LG Luncurkan E-paper Plastik Pertama di Dunia

Akan menjadi terobosan penting dalam industri e-book. LG membuat gebrakan dengan meluncurkan kertas elektronik yang sangat lentur yang diklaim sebagai kertas elektronik plastik pertama di dunia dan akan membawa 'revolusi dalam pasar buku digital".

Bali Pulau Terbaik di Dunia

Bila Anda ingin suatu tempat berlibur yang nyaman, dan tenang, pergi ke suatu pulau bisa menjadi pilihan. Tidak perlu jauh-jauh untuk menikmati suasana berlibur seperti itu, di Indonesia pun Anda bisa mendapatkannya.

Bumi Ternyata Pernah Selamat dari Ancaman Kiamat

Sebuah studi yang dilakukan tahun lalu menemukan kontaminasi isotop karbon-14 tingkat tinggi pada sebuah pohon cemara di Jepang yang mempengaruhi lonjakan berilium-10 di lapisan es Antartika.

Xbox 720 dan Playstasion 4 Gunakan Processor AMD?

CALIFORNIA - Spesifikasi konsol anyar besutan Microsoft dan Sony tersingkap di jagad maya. Kabarnya, PlayStation 4 (PS 4) dan Xbox generasi terbaru sama-sama ditenagai prosesor quad-core.

Project Shield, Inovasi Nvidia untuk Menaklukkan Pasar Gaming Dunia

Bersamaan dengan diperkenalkannya Tegra 4 di ajang CES 2013, prosesor perangkat bergerak yang diklaim terkencang saat ini, Nvidia memamerkan gadget Android yang didesain khusus untuk bermain game.

Sunday, 3 February 2013

Mengapa Kita Masih Mengirim Hewan ke Luar Angkasa?

Seekor monyet mencetak sejarah pada 28 Januari lalu, ketika ia dilaporkan terbang ke ruang angkasa dalam sebuah misi yang dilakukan Iran. Monyet itu menambah panjang daftar hewan yang dikirim ke luar angkasa.

Manusia telah terbukti dapat bertahan hidup dalam perjalanan ke luar angkasa. Tetapi mengapa masih ada beberapa negara yang mengirim monyet dan makhluk hidup lainnya ke ruang angkasa hingga saat ini?

Dalam kasus Iran tadi, pengiriman monyet ke luar angkasa "lebih merupakan sebuah pertunjukan," kata Kenneth Halberg, seorang peneliti di University of Copenhagen yang meneliti kemampuan serangga air dalam bertahan hidup di kondisi seperti luar angkasa. "Tidak ada ilmu baru yang didapat dari pengiriman monyet ke ruang angkasa."

Namun mengirimkan hewan lainnya ke ruang angkasa dapat memberikan pelajaran ilmiah yang berharga dalam perjalanan antarplanet dan rumah kaca ruang angkasa, katanya.

Pada awal perlombaan ruang angkasa, beberapa negara mengirim simpanse, anjing dan kelinci ke ruang angkasa sebagai hewan percobaan. Para peneliti yakin, bila hewan mampu bertahan di kondisi tanpa bobot, kecepatan ekstrem dan akselerasi yang sangat cepat, maka manusia pasti juga mampu melakukan hal yang sama.

Tapi sejak saat itu, lebih dari 500 orang telah melakukan perjalanan ke ruang angkasa, dan wisata ke ruang angkasa juga semakin lazim. Sehingga, pengujian bertahan hidup perjalanan ruang angkasa dalam jangka pendek bagi manusia bukanlah masalah penelitian ilmiah yang mendesak, ujar Halberg.

Tentu saja, tidak semua eksperimen ruang angkasa yang menggunakan hewan percobaan memiliki nilai ilmiah yang mendasar, kata Nathaniel Szewczyk, seorang ahli biologi di University of Nottingham yang telah mempelajari 24 generasi nematoda di ruang angkasa.

"Sering kali agak sulit untuk melihat nilainya. Anda sering melihat siswa SMA yang melakukan eksperimen dan mereka dimintai biaya untuk sains," kata Szewczyk. Dan dengan harga tertentu, sebuah perusahaan yang berbasis di Texas bernama NanoRacks akan mengirimkan proyek para peneliti ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, kata Szewczyk.

Perjalanan antarplanetSebaliknya, hewan percobaan di ruang angkasa dapat memberikan pandangan terhadap bahaya perjalanan panjang, seperti antarplanet atau perjalanan antarbintang untuk kolonisasi makhluk luar angkasa.

Bintang terdekat, misalnya, berjarak 4 tahun cahaya, dan diperlukan waktu empat tahun untuk melakukan perjalanan ke Mars untuk mendirikan koloni, kata Halberg. Satu tahun cahaya adalah jarak tempuh cahaya saat melakukan perjalanan dalam satu tahun, atau sekitar 10 triliun kilometer.

"Saat ini hal tersebut masih terasa seperti impian fiksi ilmiah, tetapi kita perlu memahami bagaimana organisme merespons kondisi ruang angkasa," kata Halberg kepada LiveScience.

Saat itu, sebuah kapsul ruang angkasa tidak bisa secara penuh melindungi kehidupan dari hantaman radiasi kosmik, tekanan udara nol dan suhu dingin. Eksperimen yang berbasis Bumi tidak dapat menyimulasikan semua kondisi tersebut, terutama radiasi partikel berat, katanya.

"Ini bisa berpotensi menjadi pembunuh terbesar, karena partikel-partikel tersebut memiliki begitu banyak energi yang dapat merusak molekul DNA," katanya.

Untuk itu, Halberg mempelajari cara serangga air bertahan dalam kondisi ruang angkasa. Serangga air mengalami dehidrasi dan hibernasi ekstrem dengan nol metabolisme, katanya, sehingga mampu menahan radiasi, kekeringan dan suhu dingin di ruang angkasa.

Gen yang samaPercobaan pada hewan juga dapat mengungkapkan bagaimana perubahan di seluruh rentang kehidupan dapat diejawantahkan ke spesies lain, mulai dari cacing tanah hingga manusia, kata Szewczyk.

Sebagai contoh, nematoda dan manusia menunjukkan perubahan serupa dalam ekspresi gen yang mengatur gula darah, ujar Szewczyk. Tapi karena mereka lebih kecil dan bereproduksi dengan cepat, para ilmuwan dapat mempelajari banyak hal dari mereka di seluruh rentang masa hidup mereka sepenuhnya, yang tidak bisa dilakukan pada manusia.

Rumah kaca luar angkasaSetelah manusia sampai ke planet lain, kita harus menemukan cara untuk tetap hidup. Mengirim rumah kaca yang penuh buah-buahan, sayuran dan serangga penyerbuk mungkin salah satu cara bagi manusia untuk tetap bisa makan di Mars.

Tapi penyerbuk, misalnya, bisa mengalami kesulitan dalam tugasnya di kondisi tekanan nol atau lingkungan tanpa bobot. Juga, buah-buahan dan sayuran mungkin tidak akan memiliki siklus hidup yang sama di ruang angkasa, kata Halberg.

"Semua organisme di Bumi telah beradaptasi dengan tarikan gravitasi, jadi jika kita mengubah itu, bagaimana organisme meresponsnya?"

Sumber

Friday, 1 February 2013

Usai Vaksin, Anak Ini Tidur 19 Jam Setiap 5 Menit


Seorang ibu menuntut tanggung jawab pemerintah, atas kasus putranya yang menderita narkolepsi akibat vaksin flu babi. Kondisi di mana seseorang mengalami serangan tidur dalam waktu yang lama.

Josh Hadfield yang berusia 7 tahun, berada dalam kondisi tersebut. Usai menjalani vaksin tiga minggu, Josh mendapati serangan tidur setiap lima menit. Ironisnya, serangan tidur ini dapat terjadi di mana saja dan tak mengenal waktu, termasuk saat ia berjalan, makan, berenang dan bahkan saat ia sedang bercanda.

Saat ini, ibunya, Caroline Hadfield, mengambil tindakan hukum setelah Badan Perlindungan Kesehatan menemukan adanya risiko sepuluh kali lipat dari gangguan pada anak-anak atas pemberian obat Pandemrix.

Pada tanggal 21 Januari 2010, Josh menjalani vaksin flu babi. Kala itu, Hadfield diberitahu jika putranya yang masih di bawah umur memiliki risiko terserang virus H1N1. Namun, setelah menjalani, Hadfield mendapati penurunan drastis pada kesehatan putranya.

Menurutnya, Josh adalah anak yang  enerjik sebelum menjalani vaksinasi. Setelah dua minggu berjalan, ia semakin melemah dan setelah tiga minggu ia tidur selama 19 jam.

Melansir Daily Mail, vaksin ini banyak digunakan di Inggris selama pandemi flu di tahun 2009-2010 dan diberikan kepada satu juta anak lebih, usia antara enam bulan hingga lima tahun. 

Namun, setelah uji coba di Uni Eropa menemukan adanya efek samping obat terhadapnarkolepsi, vaksin ini  tidak dipergunakan lagi. Tak hanya Josh yang menderita penyakit tersebut, tapi juga sebagian anak di Firlandia, Swedia dan Irlandia.

Tuesday, 29 January 2013

Apa saja yang harus dilakukan jika ponsel terkena air?


Sebagai sebuah perangkat elekrtonik, ponsel tentu akan mengalami kerusakan apabila jatuh kedalam air atau terkena air hujan. Hanya sedikit sekali perangkat elektronik yang beredar di pasaran dibekali dengan kemampuan anti air. Namun demikian bila suatu saat kita mengalami kejadian ponsel secara tidak sengaja tercebur ke dalam air atau basah terkena air hujan, langkah pertama yang perlu diambil adalah mengeluarkan baterai ponsel terlebih dahulu baru kemudian ikuti langkah berikut:

Keringkan ponsel
Keringkan ponsel anda dengan menggunakan handuk atau kain bertekstur halus lainnya. Agar air di dalam ponsel keluar, goyang-goyangkan ponsel anda dengan perlahan. Hindari mengringkan ponsel dengan menggunakan pengering rambut atau hairdryer karena sirkuit ponsel yang ada dalam ponsel sangat rentan terhadap panas.


Gunakan alkohol
Gunakan alkohol untuk mengeluarkan air dari dalam ponsel. Selain lebih cepat menguap, alkohol juga dapat memaksa air keluar.


Timbun dengan beras
Mungkin terdengar agak aneh, namun beras memiliki sifat menyerap kelembaban, oleh karena itu menimbun ponsel di dalam beras selama semalam juga dapat membantu menurunkan tingkat kelembapan ponsel.


Gunakan drybox
Drybox adalah media penyimpanan yang dilengkapi dengan serangkaian alat untuk memastikan kelembapan peringkat yang disimpan di dalamnya terjaga. Dengan menempatkan ponsel di dalam drybox,  kita dapat mengatur agar tingkat kelembapan di dalam drybox serendah mungkin. Hal ini tentu sangat baik dilakukan agar tingkat kelembapan ponsel kita dapat berkurang secara perlahan namun tetap aman.


Bawa ke teknisi
Jika semua usaha sudah dilakukan, namun ponsel kita belum dapat dinyalakan saatnya untuk membawa ponsel ke teknisi ponsel yang berpengalaman. Jangan malu untuk mengakui bahwa ponsel kita rusak karena terendam air. Hal ini perlu dilakukan karena pada dasarnya ponsel milik kita umumnya telah dilengkapi indikator tertentu yang menunjukan bahwa ponsel pernah terkena air.  

Free Backlinks
Online Users